Skip to content

Kenapa Lagu Lama Bisa Viral Lagi di Media Sosial?

Ilustrasi Kenapa Lagu Lama Bisa Viral Lagi di Media Sosial?

Kamu mungkin pernah mengalami ini: sedang menggulir media sosial, lalu terdengar lagu yang terasa familiar. Ternyata itu lagu lama, bahkan mungkin dirilis sebelum kamu lahir. Tiba-tiba lagu tersebut dipakai di mana-mana, masuk daftar putar populer, dan dinyanyikan ulang oleh banyak orang.

Fenomena lagu lama yang viral lagi semakin sering terjadi. Apa sebenarnya yang membuat lagu-lagu dari masa lalu bisa kembali hidup di era digital? Yuk kita bahas.

Media Sosial Mengubah Cara Kita Menemukan Musik

Dulu, orang menemukan lagu baru lewat radio, televisi, atau toko kaset dan CD. Lagu yang tidak lagi diputar di radio perlahan dilupakan.

Sekarang situasinya berbeda. Platform video pendek dan layanan streaming membuat semua lagu, baru atau lama, berada di “rak” yang sama. Lagu dari puluhan tahun lalu bisa dipakai sebagai latar video hari ini dan langsung didengar jutaan orang. Dengan kata lain, umur sebuah lagu tidak lagi menentukan peluangnya untuk populer.

Faktor-Faktor yang Bikin Lagu Lama Viral Lagi

1. Cocok untuk Format Konten Pendek

Video pendek biasanya hanya menggunakan potongan lagu berdurasi beberapa detik. Lagu lama yang punya bagian sangat khas, misalnya intro yang mudah dikenali, reff yang catchy, atau lirik yang pas untuk menggambarkan situasi tertentu, sangat cocok dijadikan latar konten.

Sekali potongan itu dipakai dalam tren, entah untuk joget, transisi, atau lelucon, ribuan pengguna lain bisa ikut memakainya.

2. Nostalgia Lintas Generasi

Nostalgia punya daya tarik yang kuat. Bagi generasi yang lebih tua, lagu lama memunculkan kenangan masa muda. Bagi generasi yang lebih muda, lagu lama bisa terasa unik dan berbeda dari musik yang biasa mereka dengar.

Uniknya, banyak anak muda merasa “nostalgia” terhadap era yang tidak pernah mereka alami, misalnya estetika tahun 80-an atau 90-an. Lagu lama menjadi pintu untuk merasakan suasana zaman tersebut.

3. Dipakai di Film atau Series Populer

Salah satu contoh yang sering dibahas adalah lagu “Running Up That Hill” dari Kate Bush. Lagu yang dirilis pada 1985 ini kembali melejit pada 2022 setelah dipakai dalam series populer Stranger Things, dan diperkenalkan ke generasi pendengar yang baru.

Ketika lagu lama muncul di adegan yang emosional, penonton yang penasaran akan mencarinya, memutarnya berulang kali, dan menjadikannya latar konten mereka sendiri.

4. Momen Spontan yang Viral

Kadang yang membuat lagu lama kembali populer adalah satu video spontan. Contoh terkenalnya adalah lagu “Dreams” dari Fleetwood Mac yang kembali ramai pada 2020 setelah video seorang pria bermain papan luncur sambil minum jus dan menyanyikan lagu itu menjadi viral. Suasana santai dalam video tersebut membuat banyak orang ikut membuat versi mereka sendiri.

5. Versi Baru: Remix, Sped Up, dan Cover

Lagu lama sering mendapat napas baru melalui versi modifikasi, misalnya:

  • Sped up: lagu dipercepat sehingga terdengar lebih enerjik.
  • Slowed and reverb: lagu diperlambat dan diberi gema untuk suasana melankolis.
  • Remix: aransemen ulang dengan gaya musik masa kini.
  • Cover: dinyanyikan ulang oleh penyanyi atau kreator lain.

Versi-versi ini membuat lagu terasa segar dan sesuai dengan selera pendengar muda, tanpa menghilangkan daya tarik aslinya.

6. Lirik yang Tetap Relevan

Lagu yang membicarakan cinta, patah hati, persahabatan, atau perjuangan hidup tidak pernah benar-benar usang. Lirik yang jujur dan universal bisa terasa relevan kapan saja, sehingga mudah dipakai untuk mengekspresikan perasaan di media sosial.

7. Algoritma Ikut Mendorong

Begitu sebuah lagu mulai banyak dipakai, algoritma platform cenderung merekomendasikannya ke lebih banyak pengguna. Lagu yang tadinya hanya dipakai segelintir orang bisa berubah menjadi tren besar dalam waktu singkat.

Dampak Positif bagi Musisi dan Industri

Fenomena ini membawa banyak manfaat, antara lain:

  • Penghasilan baru dari pemutaran ulang lagu lama di layanan streaming.
  • Pengakuan lintas generasi, karena musisi lama dikenal oleh pendengar baru.
  • Inspirasi bagi musisi muda, yang belajar dari karya-karya klasik.
  • Rilis ulang atau konser reuni, karena permintaan penggemar meningkat.

Bagi pendengar, ini juga kesempatan untuk memperluas wawasan musik dan mengenal karya-karya hebat dari masa lalu.

Lagu Lama Indonesia Juga Bisa

Fenomena serupa juga terjadi di Indonesia. Lagu-lagu pop, dangdut, hingga lagu daerah dari dekade-dekade sebelumnya kerap kembali ramai karena dipakai dalam tren konten, dinyanyikan ulang oleh kreator, atau dibawakan dengan aransemen baru. Banyak anak muda yang akhirnya mengenal penyanyi legendaris Indonesia justru dari media sosial.

Tips Menikmati Lagu Lama yang Viral

  1. Dengarkan versi aslinya. Setelah mendengar potongan di media sosial, cari dan dengarkan lagu utuhnya. Sering kali ada bagian lain yang tidak kalah indah.
  2. Cari tahu cerita di baliknya. Banyak lagu lama punya kisah menarik tentang proses pembuatannya.
  3. Jelajahi album lengkapnya. Siapa tahu kamu menemukan lagu favorit baru dari musisi yang sama.
  4. Dukung lewat layanan resmi, supaya musisinya mendapat apresiasi yang layak.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah musisi lama mendapat untung saat lagunya viral lagi?

Umumnya iya. Pemutaran di layanan streaming dan penggunaan resmi di platform tertentu bisa menghasilkan royalti bagi pemegang hak cipta, meski besaran dan pembagiannya tergantung kontrak masing-masing.

Apa itu versi sped up?

Sped up adalah versi lagu yang dipercepat sehingga temponya lebih cepat dan nadanya terdengar lebih tinggi. Versi ini populer karena terasa lebih enerjik untuk konten video pendek.

Kenapa anak muda suka lagu yang lebih tua dari mereka?

Lagu lama sering terasa unik, jujur, dan berbeda dari musik yang sedang tren. Selain itu, banyak anak muda tertarik pada estetika era tertentu, seperti tahun 80-an atau 90-an, dan musik menjadi cara untuk merasakannya.

Bolehkah memakai lagu lama untuk konten sendiri?

Gunakan lagu dari pustaka musik resmi yang disediakan platform, karena biasanya sudah memiliki izin penggunaan. Mengunggah lagu secara sembarangan di luar fitur tersebut berisiko melanggar hak cipta.

Apakah lagu baru juga bisa terdorong oleh tren yang sama?

Bisa. Mekanisme yang membuat lagu lama viral, seperti potongan lagu yang catchy dan tren konten, juga berlaku untuk lagu baru. Karena itu, banyak musisi kini menyiapkan bagian lagu yang mudah dipakai untuk konten video pendek.

Kesimpulan

Lagu lama bisa viral lagi karena media sosial membuat semua lagu punya kesempatan yang sama untuk ditemukan. Faktor pendorongnya beragam, mulai dari potongan lagu yang cocok untuk konten pendek, nostalgia lintas generasi, kemunculan di film atau series, momen spontan yang viral, versi remix dan sped up, lirik yang tetap relevan, hingga dorongan algoritma.

Musik yang bagus memang tidak mengenal usia. Jadi, jangan heran kalau suatu hari lagu kesukaan orang tuamu tiba-tiba jadi lagu favorit seisi timeline.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan