Dulu, main game sering dianggap sekadar buang-buang waktu. Sekarang, ada pemain game yang bertanding di arena megah, ditonton ribuan orang secara langsung dan jutaan lainnya secara daring, bahkan membawa pulang medali untuk negaranya. Inilah dunia esports.
Esports berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir, termasuk di Indonesia. Yuk kenalan lebih dekat dengan dunia olahraga elektronik ini.
Apa Itu Esports?
Esports, singkatan dari electronic sports, adalah kompetisi video game yang dimainkan secara terorganisir, baik oleh individu maupun tim. Pertandingannya punya aturan, jadwal, wasit, dan sistem peringkat, layaknya olahraga konvensional.
Yang membedakan esports dari sekadar main game adalah unsur kompetisi terstruktur. Pemain esports berlatih secara rutin, menyusun strategi, menganalisis lawan, dan bertanding di turnamen resmi.
Kenapa Esports Disebut Olahraga?
Pertanyaan ini sering memicu perdebatan. Memang, esports tidak menuntut aktivitas fisik seberat sepak bola atau lari maraton. Tapi esports menuntut kemampuan lain yang tidak kalah berat:
- Refleks dan koordinasi tangan-mata yang sangat cepat.
- Strategi dan pengambilan keputusan dalam hitungan detik.
- Kerja sama tim dan komunikasi yang solid.
- Ketahanan mental menghadapi tekanan di pertandingan besar.
- Disiplin latihan yang konsisten.
Karena itu, banyak lembaga olahraga mulai mengakui esports sebagai cabang olahraga atau setidaknya kompetisi yang layak dibina secara serius.
Perjalanan Esports di Panggung Internasional
Esports perlahan masuk ke ajang-ajang olahraga besar:
- Pada Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang, esports tampil sebagai cabang eksibisi.
- Pada SEA Games 2019 di Filipina, esports dipertandingkan sebagai cabang yang memperebutkan medali.
- Pada Asian Games Hangzhou yang digelar pada 2023, esports resmi menjadi cabang olahraga yang memperebutkan medali.
Komite Olimpiade Internasional (IOC) juga menunjukkan ketertarikan terhadap dunia esports, salah satunya lewat penyelenggaraan Olympic Esports Week di Singapura pada 2023.
Esports di Indonesia
Indonesia adalah salah satu pasar game terbesar di Asia Tenggara, dengan jumlah pemain yang sangat besar, terutama untuk game di ponsel. Popularitas game mobile membuat esports bisa diakses lebih banyak orang, karena tidak perlu komputer mahal untuk mulai bermain.
Untuk membina dan mengatur ekosistemnya, dibentuklah Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) pada 2020. PBESI berperan dalam pembinaan atlet, penyelenggaraan kompetisi, hingga pengiriman tim nasional ke ajang internasional.
Tim dan pemain esports Indonesia juga sudah sering meraih prestasi di berbagai turnamen tingkat regional maupun internasional, terutama di game-game mobile yang sangat populer di Asia Tenggara.
Jenis-Jenis Game yang Dipertandingkan
Ada banyak genre game yang dipertandingkan di esports. Beberapa yang paling umum:
- MOBA (Multiplayer Online Battle Arena): dua tim saling bertarung untuk menghancurkan markas lawan. Genre ini sangat populer di Indonesia, terutama di platform mobile.
- Battle Royale: banyak pemain atau tim bertarung di satu peta, dan pemenangnya adalah yang bertahan paling akhir.
- FPS (First Person Shooter): game tembak-menembak dari sudut pandang orang pertama.
- Game Olahraga: simulasi sepak bola, basket, atau balapan.
- Fighting Game: pertarungan satu lawan satu antar karakter.
Profesi di Dunia Esports
Esports bukan hanya soal pemain. Ekosistemnya membuka banyak peluang profesi, antara lain:
- Atlet atau pemain profesional
- Pelatih dan analis, yang menyusun strategi dan mempelajari lawan
- Shoutcaster, atau komentator pertandingan
- Manajer tim
- Penyelenggara turnamen dan event
- Kreator konten dan streamer
- Desainer grafis, editor video, dan tim media sosial
- Psikolog dan pelatih fisik untuk menjaga performa atlet
Dengan kata lain, kamu tetap bisa berkarier di dunia esports meski bukan pemain terbaik di lapangan virtual.
Mau Serius di Esports? Ini Tipsnya
1. Pilih Game yang Benar-Benar Kamu Kuasai
Fokus pada satu game yang kamu sukai dan punya ekosistem kompetisi yang jelas.
2. Latihan Terstruktur
Bukan sekadar main banyak, tapi latihan dengan tujuan. Pelajari mekanik permainan, tonton pertandingan profesional, dan evaluasi kesalahanmu.
3. Bangun Tim dan Jaringan
Ikut komunitas, cari tim yang solid, dan ikuti turnamen amatir untuk mengasah pengalaman bertanding.
4. Jaga Kesehatan
Duduk berjam-jam di depan layar bisa berdampak pada kesehatan. Pastikan tetap berolahraga, tidur cukup, makan bergizi, dan mengistirahatkan mata secara berkala.
5. Seimbangkan dengan Pendidikan
Tidak semua orang akan menjadi atlet profesional, dan karier atlet esports juga bisa relatif singkat. Tetap seimbangkan dengan sekolah, kuliah, atau keterampilan lain sebagai bekal masa depan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa jam latihan atlet esports profesional?
Setiap tim memiliki jadwal latihan yang berbeda. Secara umum, atlet profesional berlatih secara rutin dan terstruktur, mencakup latihan mekanik, strategi tim, menonton ulang pertandingan, serta menjaga kebugaran fisik dan mental.
Apakah perlu perangkat mahal untuk memulai esports?
Tidak selalu. Banyak game kompetitif populer di Indonesia dimainkan di ponsel, sehingga kamu bisa mulai dengan perangkat yang sudah ada. Perangkat yang lebih baik memang membantu saat sudah bertanding di level yang lebih tinggi.
Bagaimana cara ikut turnamen esports?
Kamu bisa mencari informasi turnamen amatir melalui komunitas game, media sosial penyelenggara, atau platform turnamen daring. Mulailah dari turnamen kecil untuk menambah pengalaman.
Apakah esports aman untuk anak-anak?
Esports bisa menjadi kegiatan positif jika diimbangi pengawasan orang tua, batasan waktu bermain, pemilihan game sesuai rating usia, serta keseimbangan dengan sekolah, olahraga fisik, dan istirahat.
Apakah orang tua perlu khawatir jika anak ingin jadi atlet esports?
Kekhawatiran itu wajar. Cara terbaik adalah berdiskusi terbuka, memahami ekosistemnya, menetapkan kesepakatan soal waktu dan pendidikan, serta mencari klub atau komunitas yang memiliki pembinaan jelas.
Apa saja kemampuan selain bermain yang dibutuhkan di industri esports?
Kemampuan komunikasi, manajemen acara, desain grafis, penyuntingan video, pemasaran digital, hingga analisis data sangat dibutuhkan untuk mendukung ekosistem esports.
Apakah atlet esports juga perlu olahraga fisik?
Perlu. Kebugaran fisik membantu menjaga fokus, stamina, dan postur tubuh selama latihan dan pertandingan yang panjang. Banyak tim profesional memasukkan olahraga ringan dan peregangan ke dalam jadwal latihan para atletnya.
Apakah ada beasiswa untuk atlet esports?
Di beberapa negara, termasuk Indonesia, sejumlah institusi pendidikan mulai memberikan perhatian pada esports, misalnya melalui unit kegiatan mahasiswa atau program pembinaan. Informasi seperti ini sebaiknya dicek langsung ke kampus atau lembaga terkait karena kebijakannya berbeda-beda.
Kesimpulan
Esports adalah kompetisi video game yang terorganisir dan kini diakui di berbagai ajang olahraga besar, mulai dari SEA Games hingga Asian Games. Di Indonesia, esports tumbuh pesat berkat popularitas game mobile dan pembinaan dari PBESI.
Lebih dari sekadar hobi, esports membuka banyak peluang karier, dari pemain, pelatih, komentator, hingga kreator konten. Jadi, kalau kamu punya hobi main game, siapa tahu itu bisa jadi jalan menuju prestasi, asalkan dijalani dengan serius dan tetap seimbang.

Leave a comment